Halaman

Selasa, 05 November 2019

Pengertian & Contoh Smart Home


Smart Home

Smart Home atau Rumah Pintar merupakan bagian dari inovasi Internet of Things, di mana semua benda atau perabotan sehari-hari yang akrab dengan kehidupan masyarakat ‘dipintarkan’ karena integrasi teknologi dalam bentuk chip serba bisanya. Dalam hal Smart Home, Internet of Things akan hadir dalam rupa barang-barang yang biasa ditemui di rumah orang kebanyakan.
Smart Home hadir untuk memudahkan para penghuni rumah dalam mengatur segala hal yang berhubungan dengan kenyamanan diri sebagai penghuni rumah, mulai dari soal keamanan hingga soal akses perabotan yang dibuat lebih interaktif dan bisa ‘dikontrol’ melalui satu alat saja, yakni aplikasi pada smartphone atau perangkat lainnya.
Smart Home di Indonesia saat ini masih dalam tahap perkenalan dan pembiasaan ke masyarakat. Memasuki ranah komunitas terkecil dan terintim yaitu keluarga pastinya bukanlah hal yang mudah. Adanya gap umur dan budaya dalam menggunakan teknologi dan internet juga bisa mempersulit sistem Smart Home untuk dapat dengan mudah diterima dan digunakan oleh keluarga-keluarga di Indonesia. 
Sistem yang serba otomatis bisa sangat membingungkan para pengguna teknologi yang terbagi antara yang berpengalaman (generasi milenial yang lebih muda) serta yang belum pernah membiasakan diri dengan internet yang serba praktis (pada rentang usia yang lebih tua). Hal ini, tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi teknologi Smart Home di Indonesia untuk mulai diaktivasikan di dalam target marketnya: para keluarga.

1.      Serba Mudah dan Canggih
Smart Home sejatinya merupakan cerminan rumah berbasis teknologi di masa depan. Tampilan dalam Smart Home sangat berbeda dengan rumah konvensional. Smart Home sangat menonjolkan kecanggihan teknologi. Fitur-fitur yang tersemat pun sudah canggih dan modern, bahkan kamu bisa mengontrol kegiatan di dalam ruangan hanya dengan mengaktifkan satu remote.
Dan Smart Home tak hanya diterapkan pada rumah saja, namun sudah menyasar pada hunian tingkat seperti apartemen.
Konsep rumah pintar ini memang didominasi oleh aplikasi teknologi. Aplikasi inilah yang memudahkan penghuni rumah maupun apartemen untuk menyalakan dan mematikan lampu, mengaktifkan air conditioner, televisi, perangkat elektronik hingga sistem otomatisasi untuk operasi pintu dan jendela, hanya melalui remote atau smartphone. 
Pun demikian, ada juga yang menyematkan fitur mood lamp yang berfungsi mengubah warna lampu di dalam ruangan. Lampu tersebut bisa diatur lebih terang atau lebih redup sesuai dengan kebutuhan si penghuni.



2.      Mengontrol Keadaan Rumah Setiap Saat
Meskipun kamu harus meninggalkan rumah selama berhari-hari, kamu tak perlu risau. Seperti namanya, rumah pintar, maka kemampuan untuk memproteksi isi ruangan tak perlu diragukan. Beberapa pengembang mengaplikasikan teknologi pada rumah kamu yang memungkinkan kamu untuk membuka dan menutup tirai melalui komputer atau gadget kamu. 
Untuk keamanan, kamu juga dimungkinkan memantau rumah melalui kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di beberapa sudut ruangan, sehingga kamu bisa mengontrolnya setiap saat.


3.      Keamanan Sangat Terjamin
Adanya Smart Home bisa jadi meminimkan tingkat pencurian. Pasalnya, ada beberapa Smart Home yang dibenamkan pintu berbasis teknologi. Bukan lagi mengandalkan kunci sebagai jalan pembuka lubang pintu, melainkan sudah menggunakan kartu, sidik jari, atau password. Artinya, hanya si penghuni rumah yang bisa mengakses untuk masuk ke dalam rumah.
Di samping itu, kamu bisa melihat wajah tamu yang berkunjung ke rumah secara close-up melalui tablet yang terkoneksi dengan kamera. Bukan cuma itu, kamu pun bisa melakukan interaksi dengan mereka. Dan jika kamu merasa bahwa ada tamu tak diundang sedang berdiri di depan rumah kamu, bisa langsung menghubungi kantor polisi lewat peranti yang terpasang di Smart Home.



4.      Kendali Dalam Satu Perangkat
Mau menyalakan lampu ruang tamu tapi kamu malas beranjak dari tempat tidur? Atau mau mengaktifkan Air Conditioner saat masih berada di jalan menuju pulang? Semua bisa kamu lakukan hanya dalam satu genggaman. 
Pada konsep Smart Home, segala pengaturan produk elektronik mulai dari televisi, DVD, sound system, hingga lampu akan dikendalikan dalam sebuah gadget. Kamu cukup mengontrolnya sehingga tidak perlu khawatir dengan jumlah remote yang banyak.



5.      Alarm Setiap Agenda Penting
Kamu termasuk orang yang pelupa karena banyak sekali jadwal meeting yang harus dijalani selama seminggu? Nah, konsep Smart Home ini membantu kamu untuk mengingat setiap agenda yang telah kamu rencanakan. Karena terhubung dengan gadget, kamu bisa mengaplikasikan agenda untuk ditampilkan di kaca atau disebut Smart Mirror.
Bukan hanya itu saja, Smart Mirror berfungsi menampilkan animasi tampilan padu-padan pakaian untuk memilih baju secara virtual. Smart Mirror sendiri terbuat dari layar LED ataupun touchscreen.





6.      Fasilitas Hiburan yang Modern
Konsep rumah pintar ini benar-benar menyuguhkan kenyamanan dan keamanan sang penghuni. Bahkan ada pula pengembang yang menawarkan fasilitas hiburan bermain game secara virtual di dalam rumah. Hanya dengan menggunakan sebuah kacamata (VR) yang terhubung dengan peralatan, kamu sudah bisa bermain secara tiga dimensi. Sehingga, kamu pun bakal menjalani sebuah 
permainan layaknya di dunia asli.


7.      Ramah Lingkungan dan Energi
Ternyata konsep rumah pintar ini juga menjunjung tinggi ecogreen atau ramah lingkungan. Demi mengusung efisiensi energi untuk kehidupan yang berkelanjutan, rumah pintar di sini dibekali sistem penampungan air hujan sebagai alternatif dari penyedotan air tanah.
Bahkan kamu bisa meminum air secara langsung berkat teknologi Reverse Osmosis System. Selain itu, untuk kebutuhan listrik sehari-hari, rumah ini memanfaatkan tenaga surya. Hasilnya, penggunaan listrik PLN bisa dihemat 10 hingga 20 persen. 



8.      Contoh Penerapan Smarthome Dalam Kehidupan Sehari-hari:
  • 1     Google Home

 Google Home sendiri adalah sebuah device atau gadget sebuah speaker tetapi google home bukan speaker biasa seperti pada umumnya, melainkan sebuah smart speaker yang terkoneksi dengan Google, Google Home sendiri bisa disebut sebagai asisten canggih dimana kita bisa memberi perintah seperti Tony difilm Iron man.
Fitur yan ditawarkan oleh google home sendiri yaitu bisa memberitahu schedule, menyalakan alarm, menyalakan lampu, play musik, menanyakan restoran terdekat asalkan kita mengkonekkan dengan google account kita dan masih banyak lagi fitur yang ditawarkan oleh google home ini.
Agar bisa digunakan, pertamakali kita harus menginstal aplikasi google home pada smartphone kita dan akan dipandu seperti menginstal aplikasi biasa pada umumnya. Google Home sendiri akan bekerja dengan menggunakan internet, jadi kalau internet kita cepat maka respon dari google home akan memproses dengan cepat juga, dan kita tinggal berbicara “Ok Google”, “Hi Google”, dan “Ok Bubu” ke google home dan merequest apapun dengan bahasa inggris.
Jika kita bosan kita bisa bertanya ke google homenya dan dia akan memberikan cara atau solusi agar kita tidak bosan, kemudian membuat lelucon yang menurut kita leluconnya yang gak lucu, bertanya tentang matematika google home kayaknya akan selalu berhasil menjawabnya asalkan kita benar mengucapkan kata perkatanya. Google home sendiri bisa digunakan secara personal maupun digunakan oleh banyak user dalam satu ruangan atau kantor.
Ukuran dari Google Home sendiri tidak terlalu besar yaitu berukuran 5,26 inci untuk tingginya dan untuk lebarnya sendiri berukuran 3,79 inci. Kemudian memiliki berat 480 gram dan memiliki 4 LED pada bagian atasnya yang menunjukkan bahwa google home telah bekerja, selanjutnya pada bagian permukan atas mempunyai panel untuk di sentuh layaknya touchpad atau touchscreen dan bisa kita gunakan untuk memberhentikan maupun memulai musik yang sedang kita putar maupun mengatur volume suara musik. Google Home bergaya simple dan desain yang elegan dan tersedia dengan warna gray, mango, marine, carbon, snow, dan copper.
Google telah merilis Google Home pada bulan november 2016 di Amerika Serikat, kemudian di inggris pada April 2017, Australia, Kanada, Prancis, German, dan Jepang. Dan untuk harganya sendiri yaitu ada pada kisaran 2,5 jutaan .


  •       Alexa

Alexa adalah asisten pribadi pintar yang dikembangkan oleh Amazon. Pertama kalinya digunakan pada perangkat speaker Amazon Echo dan Amazon Echo Dot, Alexa memiliki fungsi untuk interaksi suara, memutar musik, membuat daftar hal yang harus dikerjakan, mengatur alarm, streaming podcast, dan masih banyak fungsi lainnya lagi.
Kini, pada generasi keduanya, speaker Echo adalah salah satu gawai dengan penjualan tercepat dan terpanas pada tahun 2017 lalu. Teknologi ini terus mengembangkan dan memperluas fitur-fiturnya dalam kemampuan musik, rumah-pintar, dan asisten-digital. Dimulai sebagai hiburan berteknologi tinggi yang memungkinkan Anda untuk memutar musik, menjelajah Web, menyusun daftar belanja, berbelanja, hingga mendengarkan berita. Semuanya itu hanya dengan menggunakan perintah suara dari Anda saja.
Hingga kini, Echo telah memiliki ratusan fungsi yang membuatnya menjadi gawai yang harus dimiliki oleh setiap rumah. Namun, karena Echo tidak disertai dengan manual yang menunjukkan semua kemampuan Alexa, kami telah mengumpulkan daftar hal-hal yang dapat dilakukan oleh Alexa yang mungkin tidak Anda ketahui.

  •  Membantu dalam berhitung
Perlu membagi jumlah dan ramuan resep Anda menjadi seperempatnya atau perlu mengonversi mata uang yang Anda miliki? Dengan Alexa, maka Anda hanya perlu mengucapkan permasalahan tersebut kepadanya, dan Anda pun akan mendapatkan jawabannya dalam hitungan detik –bahkan, lebih cepat daripada mengeluarkan ponsel atau menggunakan kalkulator secara manual.
  •   Memberi makanan untuk anjing Anda
Walau Alexa tidak bisa menumbuhkan lengan dan memberi makanan untuk anjing kesayangan Anda, yang bisa dia lakukan adalah menghubungkan dirinya dengan pemberi makan anjing cerdas, seperti Frubo atau Petnet, yang dapat diperintah dari jarak jauh untuk menyajikan makanan pada waktu-waktu tertentu di saat Anda sedang tidak dapat melakukannya.

Link AKC Smart Collar yang terkonfigurasi dengan Alexa memungkinkan untuk memberi tahu berapa lama anjing Anda berolahraga kepada Anda. Sementara, hanya dengan mengaktifkan kemampuan Dog Feeder dan menyiapkan jadwal makan bagi anjing Anda akan memungkinkan Anda untuk melacak perkembangan diet, saat-saat pemberian makanan, dan kebiasaan makannya.

  •  Cari tahu lagu apa yang sedang Anda dengarkan     
Saat kita tengah mengerjakan satu pekerjaan, lagu yang Anda suka terdengar pada Pandora (atau player lain) dan Anda benar-benar tidak dapat mengingat nama artis atau pun judul lagu yang sedang dibawakannya. Seringkali, Anda malah menjadi kehilangan konsentrasi karena berusaha mengingat siapa artis itu atau pun lagu apa itu, bukan? Dengan Alexa, situasi yang penuh tekanan ini tidak akan terjadi. Cukup dengan menanyakan, “Alexa, lagu apa ini?” dan ia akan memberikan semua informasi yang Anda butuhkan mengenai lagu tersebut termasuk artis yang membawakannya, sehingga Anda dapat memutar ulang lagu yang sama di kemudian hari.

Berbagai macam kemudahan dapat dilakukan oleh Alexa guna membantu Anda untuk menjalani kegiatan sehari-hari. Tentunya, akan sangat sayang bagi Anda jika melewatkan kemudahan-kemudahan tersebut. Jadi, segeralah manfaatkan ragam kemudahan yang ditawarkan oleh Alexa.



  • 6.      Xiaomi Yeelight

Xiaomi Yeelight memungkinkan kamu untuk bisa menikmati pencahayaan lampu yang berwarna-warni. Untuk mengatur cahaya dan warna lampu sesuai dengan keinginan, pengaturannya bisa dilakukan melalui aplikasi Yeelight yang sudah bisa diunduh pada gadget Android maupun iOS.
Xiaomi Yeelight hadir dengan LED dengan berbagai varian warna yang dapat diubah-ubah dan menghasilkan kombinasi warna hingga 16 juta warna. Ciptakan atmosfer ruangan yang kamu inginkan dengan lampu pintar ini.

Untuk intensitas cahaya yang dimiliki oleh Xiaomi Yeelight ini yaitu 1700K-6500K. Dengan kata lain, kamu dapat mengubah tingkat suhu cahaya dari 1700K hingga 6500K. Sebagai contoh, kamu dapat menjadikannya sebagai lampu tidur yang redup atau lampu untuk menerangi seluruh ruangan dengan mengubahnya ke pengaturan terang yang paling tinggi.

Sebagai ‘lampu pintar’, Xiaomi Yeelight juga dapat terhubung ke jaringan internet melalui WiFi sehingga dapat dikontrol dari mana pun dan kapan pun menggunakan aplikasi Yeelight di smartphone. Lampu ini juga dapat diatur untuk mati secara otomatis saat kamu keluar ruangan atau menyala otomatis saat kamu masuk ke ruangan.

Menariknya lagi, jika kamu memiliki beberapa Xiaomi Yeelight, maka kamu dapat mengontrolnya secara bersamaan dalam satu aplikasi yang sama.

  •           7.   xiaomi roborock sweep one

a       Robot ini memiliki desain bulat dan dilengkapi dengan range-finder laser, yang membantunya bergerak ke sana kemari. Perangkat ini juga dilengkapi dengan sejumlah sensor yang membantu robot untuk berjalan menghindari rintangan di lantai, menghindari lubang, memilih rute yang paling efisien dan dengan cepat menemukan port pengisian daya.  Xiaomi Roborock Sweep One  dilengkapi mesin yang lebih bertenaga yang bisa membuat tekanan hingga 2000 Pa (dibanding dengan 1800 Pa yang ditemukan di Xiaomi Mi Robot Vacuum). Selain itu, Xiaomi Roborock Sweep One dilengkapi dengan semacam sikat besar yang terletak di satu sisinya. Adapun Sensor LDS di perangkat ini berguna sekali agar robot bisa memindai kamar dengan lebih baik dan merencanakan jalan yang mulus untuk mengepel dan menyapu.

 Salah satu fitur inovatif baru pada Roborock Sweep One adalah kemampuan melakukan pembersihan basah alias melibatkan banda cair. Perangkat ini memiliki ruang untuk tangki air yang nantinya alat ini menyemprotkan air di lantai, mungkin untuk membersihkan kotoran dengan lebih bersih. Tangki berisi air dengan kapasitas penuh yang bisa bertahan hingga 45 menit sampai 60 menit selama pengoperasian.




Daftar Pustaka:


Anggota Kelompok:
1. Finsa Gradiansyah
2. Leni Mulyani Abdullah
3. Muhammad Reza Nur Pratomo
4. Nadia Aulia Afifah

Jumat, 04 Oktober 2019

Pengertian Artificial Intelligence,Fungsi,Tujuan,Contoh,Sejarah Dan Contoh


Pengertian Artificial Intelligence

Menurut Stuart J. Russel dan Peter Norvig, AI atau kecerdasan buatan bisa dipahami sebagai sebuah perangkat komputer yang mampu memahami lingkungan di sekitarnya, sekaligus memberikan respons yang sesuai dengan tujuan tindakannya tersebut. Dalam hal ini, Minsky memberikan pengertian yang hampir sama. Menurutnya, kecerdasan buatan adalah satu ilmu yang mempelajari cara membuat komputer melakukan atau memproduksi tindakan sama seperti yang dilakukan manusia.
Melihat dua pengertian di atas, bisa disimpulkan jika Artificial Intelligence adalah satu ilmu untuk merancang, membangun, dan mengonstruksi satu mesin (komputer) atau program komputer hingga memiliki kecerdasan layaknya manusia. Kecerdasan dalam hal ini adalah kemampuan untuk mengambil tindakan, atau menyelesaikan masalah layaknya manusia menggunakan kecerdasannya.

Jarvis adalah salah satu contoh penggunaan AI. Meski kecerdasan yang dimiliki oleh Jarvis ini sifatnya masih fiksi ilmiah, tapi kecerdasan buatan saat ini sudah memiliki kemiripan yang cukup tinggi dengannya.

Lingkup penelitian Artificial Intelligence meliputi banyak aspek kemampuan kecerdasan manusia seperti penalaran, pengetahuan, perencanaan, pembelajaran, pemrosesan bahasa alami, hingga kemampuan untuk memanipulasi objek. Akhirnya, Artificial Intelligence diharapkan bisa menjadi sebuah mesin yang benar-benar memiliki kecerdasan umum layaknya manusia.

Fungsi Kecerdasan Buatan
Untuk fungsinya, kecerdasan buatan memiliki cukup banyak fungsi. Kecerdasan buatan diharapkan dapat melakukan beragam hal yang akan memudahkan manusia mulai dari pemrosesan bahasa alami, mengenai persepsi, penalaran, menggerakkan dan manipulasi objek, mengenai pengetahuan, dan juga melakukan pembelajaran.
Jika di ambil kesimpulan secara menyeluruh, kecerdasan buatan berusaha untuk membuat robot yang memiliki kecerdasan yang mirip atau bahkan lebih dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia.
Dengan menggunakan kecerdasan buatan, manusia dapat menjadi pemerintah sedangkan robot cerdas digunakan untuk melakukan pekerjaan kasar. Robot dengan kecerdasan buatan akan memiliki pengetahuan yang lebih tinggi daripada manusia karena untuk memberikan kecerdasan buatan manusia hanya perlu memasukkan data dan sistem akan mempelajarinya.

Tujuan Penggunaan Kecerdasan Buatan
Tujuan pembuatan mesin yang canggih ini adalah untuk mengurangi waktu kerja sehingga kegiatan dapat lebih efisien. Dengan menggunakan kecerdasan buatan, manusia menjadi lebih murah dalam mengambil keputusan dan melakukan kegiatannya dibandingkan pada masa lalu.
Bukan hanya lebih mudah penggunaan kecerdasan buatan dalam komputer juga membuat waktu pengerjaan sebuah kegiatan menjadi lebih cepat. Contohnya. Dahulu untuk melakukan searching di mesin pencari seperti google.
Saat ini mesin pencarian seperti Google sudah memiliki implementasi kecerdasan buatan sehingga hanya dengan berbicara dengan memerintah melalui suara ponsel anda sudah bisa menjalankan perintah anda.

Sejarah Kecerdasan Buatan
·         Era Komputer Elektronik
Sejarah kecerdasan buatan dimulai dari era komputer elektronik. Era ini dimulai sekitar tahun 1941. Dalam era elektronik ini ditemukan sebuah alat untuk melakukan pemrosesan informasi dan juga penyimpanan data secara digital yaitu dengan komputer elektronik. Meskipun perkembangan teknologi kecerdasan buatan pada saat ini belum pesat akan tetapi penemuan penyimpanan dan pemrosesan informasi ini menjadi awal dari kemunculan kecerdasan buatan.
·         Masa Persiapan Kecerdasan Buatan
Pada masa ini merupakan masa awal pembuatan kecerdasan buatan. Masa ini dimulai tahun 2 tahun setelah penemuan komputer elektronik yaitu pada tahun 1942 hingga tahun 1956. Masa persiapkan ini di tandai dengan ditemukannya sebuah model syaraf tiruan yang dilakukan oleh 2 peneliti yaitu Mc Culloch dan juga Walter Pits.
Dalam model yang mereka temukan disebutkan bahwa setiap model syaraf dapat di hitung dengan menggunakan fungsi sehingga membuat hubungan menjadi logis. Dalam tahun awal penemuan ditemukan struktur jaringan sederhana yang kemudian disempurnakan pada tahun 1950 oleh Norbet Wiener dalam pengenalan prinsip dan teori mengenai feedback yang dikenal dengan teori termostat.
Tahun 1956 mulai perkembangan kecerdasan buatan yang cukup mengherankan pada saat itu. Pada saat tersebut sudah mulai dikenal komputer yang melakukan pemikiran dengan hasil non numerik atau bisa disebut dengan penalaran. Penciptaan komputer ini dilakukan oleh John McCarthy yang hingga saat ini disebut sebagai bapak kecerdasan buatan.
·         Masa Awal Perkembangan
Sebagai bapak kecerdasan buatan, McCarthy tidak hanya menciptakan mesin tersebut, melainkan ia mendefinisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi untuk membantu pembuatan komputer dengan kecerdasan buatan agar lebih mudah. Masa ini dimulai pada tahun 1952.
Selain itu, pada masa ini ditemukan juga beberapa hal yang berhubungan dengan kecerdasan buatan seperti program geometri theory prover, program untuk menyelesaikan masalah integral tertutup dan juga masalah analogi. Semua program-program ini dibuat dengan menggunakan kecerdasan buatan sehingga masalah menjadi lebih mudah untuk diselesaikan.
Perkembangan kecerdasan buatan sempat mengalami perlambatan pada tahun 1966 hingga 1974. Akan tetapi setelah itu mulailah dilakukan pembuatan program kecerdasan buatan yang berbasis ilmu pengetahuan dan pada akhirnya pengembangan kecerdasan buatan sebagai jaringan syaraf tiruan kembali dimulai pada tahun 1986 hingga sekarang.

Contoh Penerapan Artificial Intelligence
1.     SIRI


asisten komputer yang Aplle sediakan pada hampir semua produk elektroniknya mulai dari smartphone, laptop, hingga komputer desktop. Tampilan antar pengguna SIRI berupa suara manusia yang terlihat natural untuk diajak berkomunikasi layaknya manusia pada umumnya. Fungsi SIRI pada perangkat Apple sendiri adalah untuk membantu pengguna mendapatkan informasi, memberikan arahan pada peta, mengatur jadwal dan event, hingga melakukan panggilan ke nomor yang disebutkan. Dilengkapi dengan algoritma Machine Learning membuat SIRI mampu bertambah pintar setiap saat karena mempelajari setiap kebiasaan pengguna sebagai modal di masa mendatang.

2.     Alexa


Alexa juga merupakan salah satu asisten personal cerdas yang bisa membantu kebutuhan penggunanya. Bedanya, Alexa dibuat oleh Amazon untuk ditanamkan pada perangkat pintar dalam konsep Smart Home (rumah pintar) seperti Smart-lamp, Smart-watch, Smart-speaker,dan Smart-TV. Yang paling menarik dari Alexa adalah ia dapat mengetahui di ruangan dan sebelah mana pengguna memberikan perintah. Jadi anda tidak perlu memberikan perintah di depan speaker untuk mendapatkan respons Alexa. Tinggal sebutkan perintah di manapun anda berada, dan Alexa akan meresponnya.

3.     Tesla


Teknologi Self-Driving akhir-akhir ini semakin sering digembor-gemborkan. Bayangkan sebuah mobil bisa menyetir dirinya sendiri tanpa harus di kendalikan oleh supir manusia lagi. Itulah yang mampu di lakukan oleh AI yang disematkan Tesla, salah satu perusahaan otomotif dunia dalam mobil-mobil besutannya. Memang masih banyak pro-kontra dalam AI yang satu ini terkait jaminan keselamatan yang diberikan. Namun pada waktunya, mungkin seluruh mobil di dunia sudah tidak memerlukan sopir lagi.



Referensi:



Rabu, 26 Juni 2019


MANAJEMEN OPERASI IT

PENGANTAR DAN RUANG LINGKUP

Manajemen operasi TI adalah fungsi dan bukan proses. Bertanggung jawab mengoperasikan infrastruktur dan aplikasi TI organisasi dasar sehari-hari. Infrastruktur dan aplikasi TI mendukung layanan organisasi.

MAKSUD DAN TUJUAN

Penyediaan layanan yang stabil dengan ketidak tersediaan diminimalkan adalah tujuan utama.
Manajemen operasi TI adalah fungsi yang memastikan bahwa semua TI organisasi infrastruktur dan aplikasi dikelola dan dipelihara setiap hari untuk memberikan tingkat layanan yang telah disepakati.

KEGIATAN UTAMA

 Manajemen operasi TI terdiri dari dua bagian:
• Pengendalian operasi: Bertanggung jawab untuk menjalankan kegiatan operasional sehari-hari. Ini termasuk memantau infrastruktur dan aplikasi TI serta merespons peristiwa, insiden, dan masalah. Lebih spesifik tugas-tugas meliputi penjadwalan pekerjaan, pencadangan dan pengembalian, manajemen konsol, cetak dan manajemen hasil serta melakukan kegiatan pemeliharaan untuk tim manajemen teknis dan tim manajemen aplikasi.

• Manajemen fasilitas: Bertanggung jawab atas manajemen sehari-hari lingkungan fisik TI. Ini biasanya termasuk tanggung jawab untuk pusat data, ruang server serta ruang dan situs pemulihan. Kekuasaan catu daya dan cadangan daya juga akan berada dalam ruang lingkup. Jika ada bagian dari lingkungan TI fisik outsourcing, maka manajemen fasilitas lengan manajemen operasi TI akan bertanggung jawab untuk sehari-hari manajemen kontrak dan hubungan dengan pemasok.

Penting bahwa manajemen operasi TI dilibatkan pada waktu yang tepat sepanjang siklus manajemen layanan dan dengan cara yang benar. Lebih spesifik:
• Strategi layanan: Manajemen operasi TI akan memiliki kedalaman memahami bagaimana teknologi saat ini digunakan untuk memberikan layanan yang ada. Pemahaman ini, bersama-sama dengan kesadaran baru dan berkembang teknologi, memungkinkan manajemen operasi TI untuk memiliki input yang berarti fase strategi siklus hidup manajemen layanan. Sangat penting bagi mereka bertanggung jawab atas strategi menggunakan pengetahuan yang tersedia tentang bagaimana layanan sebenarnya dikirim setiap hari.

• Desain layanan: Melakukan aktivitas yang ditetapkan dalam desain layanan fase adalah tanggung jawab manajemen operasi TI. Karena itu penting bahwa manajemen operasi TI memiliki kemampuan untuk memasukkan ke fase ini.

• Transisi layanan: Pengujian adalah area transisi layanan yang Anda inginkan berharap manajemen operasi TI akan sangat terlibat. Staf operasi TI memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang lingkungan hidup, yang memungkinkan mereka untuk memastikan pengujian dirancang dan dijalankan dengan benar. Mungkin itu ITU staf operasi, di bawah arahan dari transisi layanan, yang secara fisik memperkenalkan rilis ke lingkungan hidup dan memantau kemajuan mereka.

• Operasi layanan: Ini adalah tugas mendasar operasi TI pengelolaan. Mereka memelihara dan memantau komponen (infrastruktur dan aplikasi) yang mendukung layanan dan bereaksi secara tepat waktu terhadap acara, insiden dan masalah yang diidentifikasi.

• Peningkatan layanan berkelanjutan: Staf dari manajemen operasi TI akan selalu mencari cara untuk meningkatkan layanan dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

HUBUNGAN DENGAN FUNGSI MANAJEMEN LAYANAN LAINNYA

Mungkin ada tumpang tindih antara manajemen operasi TI dan manajemen teknis dan manajemen aplikasi. Manajemen operasi TI adalah fungsi yang berbeda tetapi biasanya untuk tim dari kedua manajemen aplikasi dan manajemen teknis untuk menjadi bagian dari fungsi ini. Manajemen teknis bertanggung jawab atas infrastruktur TI sedangkan manajemen aplikasi bertanggung jawab atas aplikasi. Manajemen teknis memiliki tanggung jawab yang sama untuk infrastruktur TI seperti halnya manajemen aplikasi.



Nama: M.Reza Nur Pratomo (14117194)
Kelas: 2KA14 

Senin, 13 Mei 2019

IT SERVICE CONTINUITY MANAGEMENT


IT SERVICE CONTINUITY MANAGEMENT

PENGANTAR DAN RUANG LINGKUP
Sebagian besar organisasi bergantung pada sistem TI mereka sedemikian rupa sehingga kehilangan kunci aplikasi atau infrastruktur dapat menyebabkan perusahaan gagal dalam hitungan hari atau secepatnya. Karena itu, organisasi perlu merencanakan bagaimana mereka akan memulihkan kunci mereka dalam skala waktu yang sesuai jika terjadi kegagalan. Inilah fokusnya  IT service continuity management (ITSCM).

Organisasi tentu saja dapat mengalami kerugian dari hilangnya sistem selain sistem TI dan karenanya harus memiliki rencana kesinambungan bisnis umum yang melindungi segala kemungkinan yang dapat mengancam fungsi bisnis vitalnya (VBF). Oleh karena itu ITSCM harus mendukung dan menyelaraskan dengan bisnis organisasi proses manajemen kontinuitas (BCM) di mana ini berada.

MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan dari ITSCM adalah untuk mendukung manajemen saling berkesinambungan bisnis dengan memastikan bahwa sumber daya, sistem, dan layanan TI dapat dipulihkan kembali sesuai kesepakatan.
rentang waktu jika terjadi insiden besar. Ini dicapai dengan menciptakan dan memelihara fasilitas yang diperlukan dan kemampuan pemulihan.

Tujuan dari proses ini adalah:
• untuk membuat dan memelihara rencana kesinambungan layanan TI dan rencana pemulihan
• untuk melakukan latihan analisis dampak bisnis (BIA) secara teratur untuk memastikan bahwa rencana tetap selaras dengan perubahan persyaratan bisnis
• untuk melakukan analisis risiko dan latihan manajemen secara berkala untuk menentukan potensi kegagalan dan mengidentifikasi serta menerapkan tanggapan yang sesuai serta memenuhi target kesinambungan bisnis yang disepakati
• untuk menilai dampak perubahan dan mengambil tindakan yang tepat untuk terus memberikan tingkat perlindungan yang diperlukan
• untuk memastikan bahwa kontrak dan perjanjian pihak ketiga yang sesuai ada di tempat dan tetap up to date untuk menjaga kelangsungan dan rencana pemulihan
• untuk secara proaktif meningkatkan kemampuan pemulihan di mana biaya efektif untuk melakukannya
• untuk memberikan saran dan panduan tentang kesinambungan dan masalah terkait pemulihan.

KEGIATAN UTAMA

Daur hidup manajemen kontinuitas layanan
Membangun dan memelihara ITSCM adalah proses siklus yang memastikan kelanjutan sejalan dengan rencana kesinambungan bisnis dan prioritas bisnis.

Dua langkah pertama, inisiasi dan kemudian persyaratan dan strategi, terutama berkaitan
ke BCM. ITSCM dimulai dengan menghasilkan strategi ITSCM untuk mendukung BCM
strategi. Strategi ITSCM harus memastikan bahwa rencana hemat biaya ada untuk pulih
Layanan TI dan infrastruktur TI apa pun yang diperlukan untuk memelihara VBF.


Situasinya lebih kompleks di mana sebagian atau semua layanan TI dialihdayakan ke organisasi lain. Dalam hal ini, manajer ITSCM harus memastikan bahwa kelangsungan dan rencana pemulihan agen outsourcing memenuhi tujuan dan rentang waktu bisnis.

Analisis dampak bisnis

Business impact analysis / Analisis dampak bisnis (BIA) adalah kegiatan yang dilakukan oleh ITSCM, biasanya bersama dengan manajemen ketersediaan, yang bekerja dengan bisnis untuk memahami dampak pada organisasi yang menderita layanan yang terdegradasi atau kehilangan layanan atau komponen TI. Analisis akan mengidentifikasi fungsi bisnis yang ada penting untuk keberhasilan organisasi (VBF) dan fungsi-fungsi inilah yang ITSCM harus melindungi dari dampak kegagalan TI. Bisnis akan menentukan persyaratan pemulihan untuk fungsi-fungsi ini yang harus ditangani ITSCM rencana kesinambungan TI-nya. Seiring waktu, pentingnya fungsi bisnis dapat berubah dan yang baru muncul, sehingga ITSCM harus melakukan latihan BIA secara teratur dan memasukkan hasilnya kembali ke dalam rencana kesinambungan untuk memastikan hasilnya tetap ada sesuai dan terkini.

Analisis dan manajemen risiko
Langkah pertama dalam melindungi VBF adalah memahami ketergantungan mereka pada TI layanan dan infrastruktur. Informasi ini dapat ditemukan dari sistem manajemen konfigurasi. Selanjutnya, ITSCM harus mempertimbangkan sejumlah faktor:

• Apa yang dapat menyebabkan layanan atau komponen gagal? Contohnya termasuk kebakaran, banjir dan pelanggaran keamanan selain kerusakan mekanis atau listrik yang sederhana.
• Apa kemungkinan hal ini terjadi? Dengan kata lain, apa peluangnya bahwa setiap peristiwa yang didefinisikan di atas dapat terjadi?
• Apa dampak dari kejadian seperti itu? Jika salah satu peristiwa itu terjadi, apa dampaknya terhadap bisnis? Ini mungkin dinyatakan dalam hal dampak pada reputasinya, pelanggannya, keuangannya atau hukumnya atau persyaratan kepatuhan, contohnya.

Hasil dari pertimbangan ini akan menentukan tindakan yang sesuai ITSCM harus mengambil untuk mengurangi risiko secara memadai dan efektif biaya. Biasanya, semakin besar kemungkinan kegagalan dan semakin besar dampaknya, semakin besar tingkat kegagalannya perlindungan dibutuhkan dan semakin besar pembenaran untuk biaya yang diperlukan.

Di atas menggarisbawahi pentingnya analisis risiko dan manajemen untuk ITSCM.

RISIKO
Peristiwa yang mungkin dapat menyebabkan kerugian atau kerugian, atau memengaruhi kemampuan untuk mencapai tujuan. Risiko diukur dengan probabilitas ancaman, kerentanan aset
ancaman itu, dan dampaknya jika itu terjadi.

Tahap pertama analisis dan manajemen risiko adalah mengidentifikasi potensi ancaman ke aset atau layanan, perkirakan probabilitas bahwa ancaman itu mungkin terjadi, menilai seberapa rentan aset atau layanan terhadap ancaman ini dan menilai dampak seandainya ancaman terwujud. Misalnya, seperti yang diidentifikasi di atas, banjir adalah salah satu contoh ancaman yang mungkin relevan dengan aset seperti pusat data. Kami akan menentukan probabilitas bahwa pusat mungkin banjir, menilai kerentanan pusat data terhadap banjir dan dampaknya terhadap organisasi jika itu apakah banjir. Menyatukan semua ini akan memberi kita ukuran risiko.


Bagian kedua dari manajemen risiko adalah melakukan sesuatu tentang risiko yang diidentifikasi.
Secara umum, kita dapat melakukan sejumlah hal tentang risiko:
• Beberapa risiko dapat diterima dan ketentuan dibuat jika hal terburuk terjadi. Jika kami tidak dapat mengasuransikan pusat data kami karena berada di dataran banjir, kami dapat melakukannya memutuskan untuk memegang dana darurat jika banjir.
• Kita dapat menghindari atau menghilangkan risiko; misalnya, kita bisa menghilangkan risiko ke pusat data kami dengan memutuskan untuk kembali ke pemrosesan manual. Ini bukan selalu menjadi solusi praktis.
• Kita dapat mentransfer risiko kepada orang lain, misalnya dengan mengambil asuransi atau dengan mengalihdayakan pusat data dan pemulihan bencana.
• Kita dapat mengurangi risiko dengan mengurangi kemungkinan ancaman atau dengan mengurangi keparahan jika risiko terwujud. Untuk pusat data kami, kami mungkin memindahkannya ke puncak bukit untuk mengurangi kemungkinan banjir atau mengurangi dampak banjir mengganti kabel di bawah lantai dengan serat optik.

Dalam banyak kasus, respons terhadap risiko akan merupakan kombinasi dari semua atau beberapa di antaranya opsi, dengan keseimbangan dibuat antara toleransi bisnis terhadap risiko dan biaya penanggulangan.

Masalah utama untuk manajemen layanan TI, dan ITSCM khususnya, adalah memiliki beberapa cara menganalisis dan mengelola risiko, dan pendekatan terbaik dan teraman adalah menggunakan kerangka kerja yang telah dicoba dan diuji yang mencakup semua aspek identifikasi risiko dan pengelolaan. Manajemen Risiko (M_o_R®), bagian dari Pedoman Praktik Terbaik portofolio yang diterbitkan oleh The Cabinet Office adalah kerangka yang direkomendasikan.

HUBUNGAN DENGAN PROSES MANAJEMEN LAYANAN LAINNYA

Manajemen ketersediaan
Jelas ada tumpang tindih antara proses ITSCM dan ketersediaannya
proses manajemen. Perbedaannya adalah bahwa manajemen ketersediaan adalah yang utama
berkaitan dengan menjaga ketersediaan VBF, sedangkan ITSCM menyediakan
kemungkinan jika terjadi kegagalan yang tidak dapat dilakukan oleh manajemen ketersediaan
mencegah atau yang tidak dapat dipulihkan dengan cepat.

Ubah manajemen
Perubahan perlu dinilai untuk dampaknya pada rencana keberlanjutan dan konsekuensinya perubahan dimasukkan ke dalam perencanaan perubahan. Rencana kesinambungan itu sendiri tunduk untuk mengubah kontrol.

Manajemen tingkat layanan
Manajemen tingkat layanan akan memberikan saran tentang definisi VBF dan harapan bisnis sehubungan dengan penundaan waktu yang diizinkan dalam pemulihan layanan.

Manajemen kapasitas
Manajemen kapasitas membantu memastikan sumber daya yang memadai tersedia untuk mengakomodasi layanan setelah rencana kesinambungan dijalankan dan tingkat layanan yang disepakati dapat dipertahankan dalam situasi ini.

Manajemen aset dan konfigurasi
Manajemen konfigurasi menyimpan catatan CI pemulihan, status dan spesifikasi.

Manajemen keamanan informasi
Potensi pelanggaran keamanan yang menyebabkan insiden besar berarti bahwa manajemen keamanan informasi berkontribusi terhadap BIA dan kegiatan analisis risiko.

METRIK
Metrik yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja layanan ITSCM dan proses sehubungan dengan efektivitas dan kesiapan organisasi adalah sebagai berikut:
• Jumlah layanan yang tidak tercakup oleh rencana kesinambungan dan pemulihan (itu harus ditutupi).
• Jumlah masalah yang diidentifikasi dalam tes kontinuitas terakhir yang masih ada ditangani.
• Jumlah kesalahan yang ditemukan dalam audit informasi dalam daftar kunci orang, tanggung jawab dan rincian kontak mereka.

PERAN
Manajer kontinuitas layanan TI bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tujuan dari prosesnya terpenuhi. Karena itu kegiatan mereka meliputi:
• melakukan BIA dan latihan manajemen risiko baik yang sudah ada maupun yang baru jasa
• menerapkan dan memelihara proses dan strategi kesinambungan ITSCM dan menjaga keselarasan dengan perencanaan kesinambungan bisnis
• mempersiapkan dan memelihara kesinambungan dan rencana pemulihan dan memastikan bahwa ini terus mendukung strategi kesinambungan bisnis organisasi dan rencana
• secara teratur menguji rencana untuk efektivitas, meninjau hasil dan mengambil tindakan untuk mengatasi kekurangan yang teridentifikasi
• memastikan bahwa setiap personel yang memiliki peran dalam transisi dari satu lokasi yang lain sepenuhnya terlatih dan sadar akan tanggung jawab mereka
• mengelola pemasok peralatan dan fasilitas pemulihan pihak ketiga untuk menjaga integritas rencana kesinambungan dan pemulihan
• menghadiri pertemuan dewan penasihat perubahan (CAB) sebagaimana diminta dan menilai perubahan untuk dampaknya pada rencana dan memperbarui rencana sesuai
• mengelola rencana kesinambungan selama pemanggilan dan mengembalikan layanan ke fasilitas utama atau yang ditunjuk lainnya.

Senin, 22 April 2019

PENGERTIAN & PENJELASAN SERVICE OPERATION

SERVICE OPERATION


Perkenalan
Layanan Operasi adalah fase siklus hidup manajemen layanan TI yang  bertanggung jawab atas kegiatan 'bisnis seperti biasa'. Jika layanan tidak digunakan atau tidak disampaikan secara efisien dan efektif, mereka tidak akan memberikan nilai penuh, terlepas dari seberapa baik mereka dirancang. Ini adalah operasi layanan yang bertanggung jawab untuk memanfaatkan proses untuk memberikan layanan kepada pengguna dan pelanggan.

Layanan Operasi adalah tempat dimana nilai yang telah dimodelkan dalam strategi layanan dan dikonfirmasi melalui desain layanan dan transisi layanan yang sebenarnya disampaikan. Tanpa Layanan Operasi menjalankan layanan seperti yang sudah dirancang dan memanfaatkan proses yang dirancang, tidak akan ada kontrol dan manajemen layanan. Produksi metrik yang bermakna oleh Layanan operasi yang akan membentuk dasar dan titik awal untuk kegiatan peningkatan layanan.

Maksud dan Tujuan

Tujuan dari layanan operasi adalah untuk mengatur dan melakukan kegiatan dan proses yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada pengguna bisnis di tingkat layanan yang telah disepakati. Selain itu, layanan operasi bertanggung jawab atas manajemen berkelanjutan dari teknologi (infrastruktur dan aplikasi) yang digunakan untuk menyampaikan dan mendukung pelayanan.

Operasi layanan adalah tindakan untuk menyeimbangkan. Ini bukan hanya masalah menjalankan proses sehari-hari. Ada 'debat' dinamis yang berlangsung pada empat level. Ini dikenal sebagai 'empat keseimbangan dalam operasi layanan':

Internal IT view versus external business view: external business view TI akan berhubungan dengan layanan yang disampaikan kepada pengguna dan pelanggan sementara, secara internal di dalam TI, layanan-layanan itu akan dipandang sebagai sejumlah komponen. Individu atau tim yang bertanggung jawab untuk menjalankan komponen tertentu dapat melakukannya tidak mengerti bagaimana komponen mereka masuk ke dalam pengiriman keseluruhan layanan tertentu. Jika organisasi terlalu fokus secara eksternal, ada risiko perjanjian itu akan dibuat dengan bisnis yang tidak dapat benar-benar disampaikan karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana bagian-bagian penyusun internal perlu beroperasi. Sebaliknya, sebuah organisasi yang terlalu fokus secara internal cenderung melakukannya berjuang untuk memahami dan memenuhi persyaratan bisnis.
·         Stability versus responsiveness: Perubahan sering kali menjadi penyebab
insiden dan kehilangan ketersediaan, sehingga mungkin tergoda untuk membatasi jumlah
perubahan untuk meningkatkan stabilitas layanan. Namun, perubahan akan selalu terjadi
diperlukan untuk menjaga layanan tetap terbaru dan untuk mengadopsi bisnis yang berkembang kebutuhan. Keseimbangannya adalah antara bisa dengan cepat merespons perubahan dan berfokus pada stabilitas infrastruktur.

·         Quality of service versus cost of service: Akan selalu ada tekanan untuk meningkatkan kualitas layanan TI sambil mengendalikan biaya. Tekanan anggaran yang intens dapat menyebabkan berkurangnya tingkat layanan dengan lebih banyak kegagalan dan kurang dukungan. Di sisi lain, organisasi yang tidak seimbang di 'pihak lain' mungkin membayar terlalu banyak untuk layanan mereka dengan ketahanan yang dibangun di dalamnya yang tidak dapat dibenarkan. Kuncinya adalah memiliki dialog yang bermakna mengenai biaya yang memastikan bisnis tersebut sepenuhnya mengerti apa yang didapat dan tidak mendapatkan sejumlah uang tertentu dan apa yang akan didapat jika menghabiskan sedikit atau sedikit lebih.

·         Reactive versus proactive: Organisasi yang sangat proaktif akan selalu memprediksi di mana hal-hal bisa salah dan mengambil tindakan untuk mengurangi atau mencegah situasi. Diambil secara ekstrem, organisasi semacam itu dapat memonitor secara berlebihan dan menerapkan perubahan yang tidak perlu. Sebaliknya, organisasi yang murni reaktif menghabiskan sebagian besar waktu mereka dan menangani situasi seperti itu muncul, dan mereka perlu bergerak lebih ke pendekatan pencegahan, memprediksi dan menghindari insiden dan masalah.


Nilai Layanan Operasi
Setiap tahapan siklus hidup layanan ITIL menambah dan memberikan nilai pada bisnis. Layanan operasi melakukan ini dengan menjalankan proses dan menjalankan layanan sebagaimana dimaksud oleh strategi layanan, desain layanan, dan transisi layanan tahapan siklus hidup. Operasi layanan adalah wajah yang terlihat dari organisasi TI dan 'terdekat' dengan pengguna dan pelanggan. Penyampaian layanan yang efektif dan efisien adalah apa yang diharapkan dari Layanan operasi.

KEY ACTIVITIES AND FUNCTIONS
Proses yang dilakukan oleh operasi layanan adalah:
·         Manajemen acara: Ini adalah proses yang bertanggung jawab untuk pemantauan
semua peristiwa di seluruh infrastruktur dan aplikasi TI untuk memastikan operasi dalam keadaan normal. Manajemen acara ada untuk mendeteksi, meningkatkan, dan bereaksi terhadap pengecualian.

Manajemen insiden: Ini adalah proses untuk menangani semua insiden. Ini mungkin insiden di mana layanan sedang terganggu atau di mana layanan belum diganggu.

·         Pemenuhan permintaan: Ini adalah proses yang melakukan permintaan layanan
dari pengguna. Pemenuhan permintaan mencakup permintaan perubahan standar, permintaan untuk
informasi dan keluhan. Dari perspektif meja layanan, proses  pemenuhan permintaan cenderung mencakup semua panggilan yang bukan merupakan insiden juga berhubungan dengan masalah.

·         Manajemen masalah: Proses ini bertanggung jawab atas manajemen
semua masalah dalam infrastruktur TI. Proses tersebut mencakup analisis akar masalah dan sampai pada penyelesaian masalah. Manajemen masalah tetap ada
bertanggung jawab sampai resolusi diimplementasikan melalui proses manajemen perubahan dan manajemen rilis.

·         Manajemen akses: Proses ini memungkinkan pengguna dengan tingkat otorisasi untuk mengakses aplikasi atau layanan. Ini juga memastikan itu tanpa tingkat otorisasi yang diperlukan yang tidak dapat mengakses aplikasi dan layanan. Manajemen akses memungkinkan organisasi untuk mengontrol akses aplikasi dan layanan.


Fungsi operasi layanan adalah:
·         Service Desk: Ini melakukan sejumlah proses, dalam insiden tertentu
manajemen dan pemenuhan permintaan. Service Desk terdiri dari sekelompok
Staf terlatih untuk menangani layanan acara. Staf service desk akan memiliki akses ke
alat yang diperlukan untuk mengelola acara ini. Service desk seharusnya
menjadi tujuan untuk pengguna TI dalam suatu organisasi.

·         Technical Management: Ini adalah fungsi yang menyediakan sumber daya dan
memastikan bahwa pengetahuan teknologi yang relevan selalu diperbarui. Technical Management mencakup semua tim atau area yang mendukung pengiriman teknis pengetahuan dan keahlian. Ini termasuk tim seperti jaringan, mainframe,middleware, desktop, server dan database.

·         Application management: Ini akan mengelola aplikasi melalui totalitas
siklus hidup mereka. Ini dimulai dengan 'ide' bisnis pertama dan selesai ketika
aplikasi diambil dari layanan. Application management terlibat dalam desain, pengujian, dan peningkatan aplikasi dan layanan yang berkelanjutan yang didukung oleh aplikasi.

·         IT operations management: Ini bertanggung jawab untuk mengoperasikan infrastruktur dan aplikasi TI organisasi sehari-hari


Area yang memberikan nilai telah dimodelkan dan dirancang di tempat lain, jadi service operation akan memiliki banyak interface untuk proses yang merupakan bagian dari yang lain fase gaya hidup, khususnya aset layanan dan manajemen konfigurasi, dirilis dan manajemen penyebaran, manajemen pengetahuan, manajemen kontinuitas layanan TI dan manajemen tingkat layanan.

Self Help

Organisasi semakin memanfaatkan penawaran swadaya untuk memungkinkan pengguna untuk menyelesaikannya masalah saat mereka muncul. Teknologi perlu diberlakukan agar pengguna dapat mengakses informasi yang akan membantu mereka melalui front-end berbasis web. Pelaporan insiden dan permintaan layanan dapat ditangani dengan cara yang mirip.


Self Help mengeluarkan biaya yang sedikit dan bertujuan agar pengguna tetap aktif dalam peran mereka. Statistik bisa dikumpulkan pada pertanyaan yang paling sering diajukan atau halaman yang paling sering dikunjungi. Ini mengurangi risiko bahwa kebutuhan pelatihan atau kesenjangan teknologi tidak teridentifikasi bahkan meskipun belum ada panggilan meja layanan dicatat.


Komunikasi yang baik sangat penting untuk operasi layanan. Perlu ada komunikasi aktif antara tim dan departemen TI dan dengan area bisnis dan pengguna. Anggota staf yang melakukan proses operasi layanan harus mengetahui persyaratan untuk berkomunikasi secara teratur dengan anggota staf yang melakukan proses lainnya.

Seseorang harus ingat, bagaimanapun, bahwa komunikasi yang efektif harus memiliki
memahami tujuan dan, idealnya, audiens yang ditentukan. Terlalu banyak komunikasi
tanpa tujuan khusus atau hasil yang diinginkan dapat dan biasanya akan menjadi kontraproduktif. Kelebihan informasi cenderung menumpulkan perhatian orang terhadap informasi baru, dan ini bisa sama buruknya dengan tidak berkomunikasi.


M.REZA NUR PRATOMO(14117194)
2KA14