PEMUDA
DAN SOSIALISASI
1.Pengertian pemuda
Pemuda adalah
individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun
belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda merupakan generasi
penerus bangsa yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang
lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah
berlangsung.
Princeton
mendefinisikan kata pemuda (youth) dalam kamus Webstersnya sebagai “the time of
life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young
or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a
young person”.
Pemuda dalam
pengertian adalah manusia-manusia muda, akan tetapi di Indonesia ini sehubungan
dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian pemuda diperinci dan
tersurat dengan pasti. Dilihat dari segi budaya atau fungsionalnya maka dikenal
istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagia berikut :
Golongan anak : 0 – 12 tahun
Golongan remaja : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas
2.Pengertian sosialisasi
Sosialisasi adalah
proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri,
bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik
sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Berikut pengertian sosialisasi
menurut para ahli :
• Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan
menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat
berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
• Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta
memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk
kepribadiannya.
• Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta
memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk
kepribadiannya.
• Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga
masyarakat yang baru.
Ada beberapa hal
yang perlu kita ketahui dalam sosialisasi, antara lain: Proses Sosialisasi,
Media Sosialisasi dan Tujuan Sosialisasi.
a) Proses sosialisasi
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua factor dan proses yang membuat
manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang kain. Proses
sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia
bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari
proses tersebut, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan
hidupnya.
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan
kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang
berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan,
melainkan melalui proses sosialisasi.
b) Media Sosialisasi
• Orang tua dan keluarga
• Sekolah
• Masyarakat
• Teman bermain
• Media Massa.
c) Tujuan Pokok Sosialisasi
• Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan
bagi kehidupan kelak di masyarakat.
• Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan
kemampuannya.
• Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui
latihan-latihan mawas diri yang tepat.
• Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan
kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat
umum.

3.Peran social mahasiswa dan pemuda di
masyarakat
•Peran mahasiswa dalam
masyarakat
Peran mahasiswa dalam masyarakat sangat penting dalam membangun
masyarakat yang baik dan sejahtera. Mahasiswa dapat menyumbangkan ilmu yang selama ini
mereka pelajari selama berada dibangku kuliah untuk di aplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari. Contohnya apabaila pernah mempelajari ilmu kesehatan
masyrakat mereka dapat membagikan cara atau tips bagaimana untuk menciptakan
lingkunangan yang bersih agar terhindar dari banyak penyakit dan bagaimana cara
mengatasinya.
•Peran pemuda dalam
masyarakat
Masyarakat membutuhkan
peran sertapemuda untuk kemajuan bersama. Pemuda adalah tulang punggung
masyarakat. Generasi tua memilki keterbatasan untuk memajukan bangsa. Generasi
muda harus mengambil peranan yang menentukan dalam hal ini. Dengan semangat
menyala-nyala dan tekad yang membaja serta visi dan kemauan untuk menerima
perubahan yang dinamis pemuda menjadi motor bagi pembangunan masyarakat.
Sejarah membuktikan,
bahwa perubahan hampir selalu dimotori oleh kalangan muda. Sumpah Pemuda,
Proklamasi, Pemberantasan PKI, lahirnya orde baru, bahkan peristiwa turunnya
diktator Soeharto dari singgasana kepresidenan seluruhnya dimotori oleh kaum
muda. kaum muda pula yang selalu memberikan umpan balik yang kritis terhadap
pongahnya kekuasaan.
Bung Karno
disebut-sebut orang yang memiliki semangat menyala-nyala dalam merebut
kemerdekaan dari tangan penjajah, ketika beranjak senja, beliau dianggap tidak
mampu lagi meneruskan kepemimpinannya di negara Indonesia, demikian pula dengan
banyak pemimpin lainnya. Ini menunjukan bahwa pemuda memegang peranan yang
sangat besar di dalam proses perubahan dan eprtumbuhan serta perkembangan suatu
masyarakat.
Meskipun demikian,
fakta menunjukan bahwa tidak semua pemuda memiliki semangat juang yang positif.
Maraknya penggunaan narkoba serta penyalahgunaan obat-obat bius lainnya memaksa
kita untuk menyadari bahwa banyak sekali yang harus dilakukan untuk membina
kaum muda agar energinya yang sangat banyak tersalur kepada hal-hal yang
positif.
Dengan demikian,
dibutuhkan pembinaan yang intensif terutama pembinaan moral agar pemuda
memiliki rasa tanggung jawab untuk membangun serta berjuan untuk kemakmuran
rakyat, tidak hanya untuk kepentingan pribadinya.
4.Pemuda dan sosialisasi dalam lingkungan sekitar
Pemuda memilki
peran dan kewajibannya masing-masing. Kali ini saya ingin membahas mengenai peran
pemuda di sekitar wilayah tempat tinggal saya. Pemuda itu sangat beragam,
tergantung bagaimana cara ia berfikir dan bertingkah laku. Ada yang dengan
ikhlas tanpa suruhan orang yang dengan sendirinya menerapkan ilmu yang ia
pelajari untuk lingungan sekitar dan sadar betapa pentingnya bersosialisasi
dengan masyarakat. Ada juga yang justru sibuk dengan kehidupan social medianya
dan lebih senang untuk menutup diri dirumah.
Dilingkungan tempat
tinggal saya dikawasan sawangan,Depok. Para pemuda terkadang aktif untuk
meramaikan tempat ibadah ketuka hari besar tiba dan teradang melakukan gotong
royong atau acara untuk mengisi hari libur. Meskipun terkadang terdapat paksaan
dari orang tua namun tidak sedkit yang tergerak karena keinginan mereka sendiri
dan sangat patut diacungi jempol. Terkadang mahasasiswwa disini juga
berinteraksin mengenai aktivitas sehari-hari dan sebagainya. Namun masih ada
juga yang lebih memilih untuk diam dirumah dan sibuk dengan kegiatan
pribadinya.
Namun bias cukup
dimaklumi karena kemajuan teknologi dapat membuat seseorang malas. Mungkin solusinya
adalah dengan kita lebih sering berinteraksi dengan mereka yang lebih senang
diam dirumah agar terbawa dengan kebiasaan baik kita. Menurut saya lingkungan
tempat tinggal saya sudah cukup baik dan semoga nantinya akan menjadi lebih
baik.

Daftar pustaka
